“kau ingat, kau pernah mengatakan cintamu
padaku disini?” tanya seorang gadis belia.
Namun tak ada jawaban. “mungkin kau lupa,
biar ku ingatkan. Saat itu, kau memaksaku
untuk menerimamu. Aku ingat sekali, saat kau
mengancam untuk terjun ke danau ini jika aku
menolakmu. Padahal kau tahu, kau tak bisa
berenang. Akhirnya, dengan sangat terpaksa aku menerimamu.
Aku bingung harus berkata apa.
Aku tak mau jadi tersangka atas pembunuhan
tak disengaja karena cinta ditolak. Jadi, aku
menerimamu deh (meringis).Tapi…”
Seketika hening. Gadis itu tak melanjutkan
ceritanya. Isakan tangis mulai terdengar. Langit
pun mengikutinya. “kenapa kau pergi?” tanya
gadis itu pada sebuah foto yang digenggamnya.
“kau berjanji akan terus bersamaku dan
melindungiku. Bahkan dari tetesan hujan
sekalipun. Aku merindukamu. Sekarang aku
mulai merasakan detakan itu. Detakan jantung
yang memanggil namamu. Tapi kenapa kau
tak menjawabnya?. Kau jahat. Kau
meninggalkanku begitu saja. Aku membencimu,
tapi dulu. Kalau sekarang, aku sangat
mencintaimu. Dengar! Tunggu aku disana. Aku
akan menyusulmu dan kita akan bertemu. Kita
akan bahagia.” janji gadis mengakhiri ceritanya.
Awan gelap pergi menghantarkannya. Pelangi
indah muncul sebagai tanda mereka sudah
bertemu dan bahagia di nirwana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar